KOTA TELUK LAMA BERSEJARAH ADALAH POTENSI PARIWISATA DAN PUSAT INDUSTRI KREATIF KOTA KENDARI

Berbicara tentang sejarah Kota Kendari, tentunya kita harus melihat suatu kawasan yang menjadi awal dan cikal bakal dari Kota tersebut. Kawasan itu adalah Kota Lama Kendari, yang dulunya merupakan Kota Kolonial Belanda dan Kota Militer bagi penjajahan Japan menjadi Kota Niaga sebagai pusat perdagangan dan awal dari masuknya modernitas di Kota Kendari.

Miris melihat kondisi Kota Lama Kendari sekarang yang terlupakan, terhina bahkan lebih parahnya lagi mau dipunahkan oleh penjajahan baru bermuka lokal, mengaku berbudaya lokal, mengaku penduduk asli, lahir dan besar di Kendari – Sulawesi Tenggara.

Apakah kekuasaan, jabatan, tahta atau apakah itu namanya membuat orang lupa ingatan (pikun), lupa diri (sombong) atau pura-pura sakit jiwa dan rohani.

Dimana tahu diri itu berada?
Dimana hati nurani itu berada?

Lantang kalian berbicara tentang Kota Kendari; pembangunan, kemajuan, kesejahteraan namun lupa sejarahnya. Cobalah sisipkan waktu kalian untuk mengenal dan tahu sejarah Kota Kendari serta melihat kondisi Kota Lama nan Tua, yang tetap tegar dan berdiri tegak walau kalian melupakannya, mencoba memusnahkan dan memunahkannya dengan keangkuhan dan kesombongan. Karena telah menjadi manusia modern, sedikit lagi menjadi moderniSETAN.

Melestarikan Kota Lama Kendari yang semua sepakat merupakan sejarah lahirnya Kota Kendari, bukan dengan pembangunan ke-borro-an (istilah lokal berarti angkuh dan sombong) yang menginginkan kehancuran situs sejarah dengan mengubah bentuk dan asanya.

Arsitektur aslinyalah yang harus dijaga, dirawat, dilestarikan serta diteliti untuk menjadi manusia intelektual. Dengan mengaplikasikan ilmu, pengetahuan dan pengalaman untuk mendapatkan karya ilmiah, karya seni nan kreatif, karya politikalisasi serta karya urban antar Negara, Daerah dan Kota. Bisa juga masuk ke Desa sebagai bahan materi sosialisasi pembangunan dunia.

Rencana pembangunan jembatan bahteramas, itu tidak beradap melainkan biadap. jauh dari etika dan estetika kemanusiaan. Berfikirkah kalian dengan kehidupan dan penghidupan warga pesisir diseberang sana, yang mengais rejeki dengan sebuah perahu kayu (‘Papalimbang’ istilah lokal) yang sudah turun-temurun menjadi usaha dan profesi mereka.

Sebenarnya itulah salah satu keunikan dan ciri khas dari Kota Kendari yang bisa dijadikan sumber devisa dengan mengelolahnya pakai nurani bukan naluri. Menjadi tempat wisata sejarah, wisata teluk, wisata pantai dan wisata kota bagi wisatawan lokal, domestik serta mancanegara.

Ada bangunan tempo doeloe yang merupakan situs sangat bersejarah bagi masyarakat, pemerintah Kota, pemerintah Propinsi, pemerintah Pusat serta sejarah perjuangan merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada bangunan tempat ibadah yang menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama; fluralis, solidaris dan silaturalis – sungguh indah hidup aman, damai dan tentram. Kondisi dan situasi itu ada di Kota Lama Kendari, buktikan sajalah dengan mengunjungi langsung. Karena disana ada bangunan Mesjid dan Gereja satu pondasi dan satu tembok berdampingan bagaikan suami istri yang bahagia tak bisa di ceraikan oleh provokator serta proSetan.

Ada teluk yang jika dilihat dari peta buatan Vosmaer 1831. Vosmaer adalah orang berkebangsaan Belanda yang telah menemukan teluk indah dan mempesona, kedatangannya di Kota Lama Kendari menjadi hari peringatan Dirgahayu Kota Kendari yang kini berusia 183 tahun.

Kemudian menamakannya sebagai Vosmaer Bay yang awalnya adalah Kandai yang artinya gayung sebagai penokong rakit atau perahu bagi warga sekitar dan hingga kini terkenal dengan nama Kendari Bay (Teluk Kendari). Melihat peta tersebut sama dengan gambar satelit berbentuk vagina dan rahim perempuan asal mu asal manusia lahir dikehidupan dunia. Sungguh merupakan keajaiban dunia.

Peta Vosmaer 1831

Ada pantai berpasir putih diseberang Kota Lama kendari yaitu pantai Nambo. Menuju kesana kita bisa menggunakan jasa Papalimbang yang berpangkalan disamping bioskop lama. Pantai Nambo dengan fasilitas yang sudah siap dan lengkap, baik itu kuliner lokal (sate pokea + gogos), seafood, kelapa muda maupun beberapa jajanan pantai dari Warga setempat, serta cafe yang ada didalam Pantai Nambo.

Untuk yang ingin mencoba adrenalin dengan wahana olahraga air, Pantai Nambo juga menyiapkan Water Sport; Banana Boat, Jetsky dan Speed.

Kota Lama Kendari dari udara oleh Departemen van Marine – 14 Januari 1947

Papalimbang akan menunggu anda dan rombongan hingga puas menikmati semua fasilitas wisata yang ada di Pantai Nambo, serta siap mengantar anda dan rombongan kembali ke Kota Lama Kendari dengan jalur yang sama, begitu juga dengan Pete-Pete (mobil angkutan umum) yang beroperasi hingga pukul 23.00 Wita.

#KKFest2012 at Kota lama Kendari; Event Akbar dari Kendari Kreatif – Pameran Industri Kreatif, Aksi Komunitas, Seni, Budaya & Pariwisata

Selain sebagai tempat wisata teluk dan sejarah, Kota Lama Kendari juga sangat berpotensi dijadikan sebagai pusat industri kreatif Kota Kendari. Dengan memberikan ruang kepada seluruh komunitas-komunitas yang ada untuk berkreasi dan berkarya menghasilkan produk-produk unik, kreatif, berbudaya lokal sesuai dengan bakat dan keahlian mereka.

Kota Lama Kendari bisa menunjukkan ciri khasnya dengan pajangan produk kreatif serta jajanan kuliner lokal dengan memanfaatkan bangunan jaman dulu yang klasik dan indah, sehingga bangunan yang merupakan situs sejarah tersebut terlestarikan, hidup dan kembali bergairah serta ciri khas yang dulunya dikenal sebagai pusat niaga ber-rengkarnasi mengikuti perkembangan zaman dan era baru perekonomian dunia yaitu Ekonomi Kreatif.

Para komunitas-komunitas yang ada di Kota Kendari akan mandiri dan menjadi solusi buat mereka untuk tetap ada, berkembang dan maju, serta bekerja positif ikut serta membantu Pemkot membangun Kota dan berperan besar dalam Masyarakat mewujudkan program-program pro rakyat yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Kendari dan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bioskop atau Teater lama yang bentuk bangunannya menyerupai anjungan kapal besar itu harusnya menjadi Gedung Kesenian sehingga para seniman berkearifan lokal, tersenyum dan sejahtera.

Ada lagi yang lebih berasa nyaman bila kita berada di Kota Lama Kendari yaitu dapat mengambil kesimpulan – berIde – berImajinasi – berEkspresi – berAktualisasi. Wajibnya berKarya setelah berwisata Kota Teluk Lama Bersejarah.

Menanti dan menunggu kejadian apa yang akan terjadi di Kota Lama Kendari itu pintar. Tapi cobalah berpikir, berbuat, bertindak dengan aksi nyata untuk melestarikannya dengan kearifan lokal sesuai keahlian, disiplin ilmu, kreatifitas dan kesenian itu cerdas.

by. Rendra Manaba

Referensi :
1. http://www.kotakendari.com/
2. http://www.sultranews.com/2013/09/asal-muasal-nama-kendari.html
3. DARI KOTA KOLONIAL KE KOTA NIAGA : Sejarah Kota Kendari Abd XIX-XX. Muhammad Said D.
4. http://manabacommunication.blogspot.com/2013/11/kota-teluk-lama-bersejarah.html
5. https://www.facebook.com/KotaLamaKendari?hc_location=timeline

Related posts